Pemkab Luwu Terima Kunjungan Tokoh Nasional, Serap Tiga Pilar Kepemimpinan

Berita52 Dilihat

Payungsulawesi.com, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu menyambut kunjungan pelopor otonomi daerah di Indonesia, Prof. Ryaas Rasyid di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Senin, 8 Juni 2026.

Bupati Luwu Patahudding menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kehadiran Prof. Ryaas Rasyid di Kabupaten Luwu. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman dari salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan reformasi pemerintahan dan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.

Dalam kesempatannya itu, Patahudding memaparkan rencana pembangunan yang saat ini terus dilakukan Pemerintah di berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, pendidikan, pariwisata hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Meski demikian masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi sehingga diperlukan masukan, saran, dan pemikiran dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan tokoh nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Ryaas Rasyid menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan. Pemerintahan yang baik kata dia, harus dibangun di atas tiga pilar utama, yakni kepemimpinan yang berkualitas, manajemen pemerintahan yang efektif, dan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tidak ada pemerintahan yang baik tanpa kepemimpinan yang baik. Pemimpin harus menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” tegas Prof. Ryaas.

Ia menjelaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Seorang pemimpin harus mampu memanfaatkan kewenangan yang dimiliki untuk melayani masyarakat dan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

“Kalau ingin melihat karakter seseorang, lihatlah ketika dia diberi jabatan. Ketika tetap rendah hati, peduli, dan melayani setelah memiliki kekuasaan, berarti memang itulah kepribadian aslinya,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh aparatur pemerintahan untuk selalu terbuka terhadap kritik dan masukan. Menurutnya, sikap merasa paling benar ketika menduduki jabatan merupakan hal yang harus dihindari karena dapat menghambat kemajuan organisasi.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengar dan terbuka terhadap kritik demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Luwu H. Patahudding, S.Ag, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Drs. Muhammad Rudi, para staf ahli bupati, asisten, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Luwu, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Melalui kunjungan ini, diharapkan nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas, profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik semakin menguat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu, sehingga mampu menjadi fondasi dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *